Mengenal Jenis Keputihan dan Gejalanya


Masalah keputihan bagi wanita sudah tidak asing lagi, selain masalah menstruasi hal tersebut kerap menjadi topik pembicaraan dalam kehidupan sehari-hari para wanita. Beberapa wanita malu untuk mengungkapkan masalah ini, karena masalah yang menyangkut alat kelamin masih dianggap tabu oleh masyarakat.

Dijelaskan pada situs www.my.clevelandclinic.org, gejala keputihan dapat menjadi tanda dini kanker serviks, atau tanda infeksi yang jika dibiarkan berlarut-larut akan menjadi radang panggul dan kemandulan. Ada beberapa jenis keputihan yang perlu diketahui, diantaranya:

1.Keputihan Fisiologis:
Jenis keputihan ini sering terjadi pada masa subur, saat dan sesudah menstruasi. Ciri-cirinya: Cairan keputihannya encer, bewarna krem atau bening, tidak berbau, dan jumlah cairan yang dikeluarkan terbilang sedikit.

2.Keputihan Patologis:
Jenis keputihan ini sebagai keputihan tak normal. Jenis keputihan ini sudah termasuk ke dalam jenis penyakit. Ciri-cirinya: cairan bersifat kental, bewarna putih seperti susu, terkadang bewarna mirip keju bahkan bewarna hijau, berbau yang tak sedap, menimbulkan rasa gatal, menyisakan bercak-bercak pada celana dalam, dan cairan yang dikeluarkan sangat banyak.

Ladies, keputihan dapat diobati dan dicegah secara alami dengan menggunakan herbal, seperti daun sirih, kunyit, temulawak, pegagan, mahkota dewa dan daun dewa. Namun, agar keputihan tidak menimbulkan masalah yang lebih serius, sebaiknya berkonsultasi ke dokter ahli kandungan agar bisa diobati secara medis.

Selain masalah menstruasi hal tersebut kerap menjadi topik pembicaraan dalam kehidupan sehari-hari para wanita. Beberapa wanita malu untuk mengungkapkan masalah ini, karena masalah yang menyangkut alat kelamin masih dianggap tabu oleh masyarakat.

Dijelaskan pada situs www.my.clevelandclinic.org, gejala keputihan dapat menjadi tanda dini kanker serviks, atau tanda infeksi yang jika dibiarkan berlarut-larut akan menjadi radang panggul dan kemandulan. Ada beberapa jenis keputihan yang perlu diketahui, diantaranya:

1.Keputihan Fisiologis:
Jenis keputihan ini sering terjadi pada masa subur, saat dan sesudah menstruasi. Ciri-cirinya: Cairan keputihannya encer, bewarna krem atau bening, tidak berbau, dan jumlah cairan yang dikeluarkan terbilang sedikit.

2.Keputihan Patologis:
Jenis keputihan ini sebagai keputihan tak normal. Jenis keputihan ini sudah termasuk ke dalam jenis penyakit. Ciri-cirinya: cairan bersifat kental, bewarna putih seperti susu, terkadang bewarna mirip keju bahkan bewarna hijau, berbau yang tak sedap, menimbulkan rasa gatal, menyisakan bercak-bercak pada celana dalam, dan cairan yang dikeluarkan sangat banyak.

Keputihan dapat diobati dan dicegah secara alami dengan menggunakan herbal, seperti daun sirih, kunyit, temulawak, pegagan, mahkota dewa dan daun dewa. Namun, agar keputihan tidak menimbulkan masalah yang lebih serius, sebaiknya berkonsultasi ke dokter ahli kandungan agar bisa diobati secara medis.

Subscribe to receive free email updates: