Segera bekerja setelah melahirkan, bolehkah?



 Setelah persalinan, dokter menyarankan pada wanita untuk beristirahat setidaknya dua minggu atau lebih. Semua tentu tergantung pada kondisi wanita tersebut. Namun, ada beberapa wanita yang memutuskan untuk bekerja segera setelah melahirkan. Mungkinkah? Berikut adalah keuntungan dan kerugian dari bekerja setelah melahirkan, seperti dilansir Boldsky.

1. Beradaptasi dengan bayi

Setelah melahirkan, wanita perlu beradaptasi dengan bayinya. Seorang wanita mendapat waktu cuti selama 2-3 bulan setelah melahirkan untuk membuat dirinya siap dan fit untuk mulai bekerja lagi.

2. Istirahat enam bulan

Wanita yang habis melahirkan idealnya butuh istirahat sampai enam bulan, sebelum kembali bekerja. Apalagi jika itu dia melahirkan secara caesar. Jahitan di perutnya butuh waktu lama untuk sembuh dan kering. Berjalan asal-asalan bisa membuka jahitan dan itu sangat menyakitkan.

3. Stres

Tingkat stres akan meningkatkan karena adanya tekanan pada pekerjaan. Ini berbahaya untuk tubuh wanita yang lemah setelah melahirkan. Jika Anda mulai bekerja segera setelah melahirkan (dalam satu hari atau minggu), pastikan Anda selalu makan makanan sehat dan menghindari beban kerja yang berat.

4. Menyusui

Bekerja di rumah setelah melahirkan adalah pilihan terbaik untuk Anda. Itu dikarenakan wanita perlu merawat bayi mereka, terutama menyusui. Susu formula sulit dicerna oleh tubuh bayi. Selain itu, tidak menyusui bisa memicu timbulnya kanker payudara.

5. Pertimbangkan jam kerja

Tubuh Anda perlu memulihkan diri sehingga butuh 4-6 minggu untuk istirahat setelah melahirkan. Hindari bekerja selama berjam-jam, setelah Anda kembali bekerja di kantor.

Ini adalah pro dan kontra dari bekerja pasca melahirkan. Tubuh Anda butuh istirahat dan memulihkan stamina. Bekerja terlalu berat juga berbahaya bagi kesehatan tubuh Anda.

Subscribe to receive free email updates: