Metode pendeteksi kelahiran prematur ditemukan



Peneliti telah mengembangkan metode untuk memprediksi kelahiran prematur pada bayi berdasarkan kombinasi tes darah dan pemeriksaan ultrasonik untuk mengetahui panjang serviks.

"Secara statistik, metode ini bisa memprediksikan kelahiran prematur dengan tingkat akurasi sekitar 75 - 80 persen," jelas peneliti Panagiotis Tsiartas, spesialis di Sahlgrenska University Hospital.

Kelahiran prematur, ketika bayi lahir sebelum minggu ke-37, adalah masalah terbesar yang dialami perawatan persalinan saat ini. Ibu dan bayi sama-sama berisiko terkena komplikasi serius dalam jangka waktu pendek dan panjang, seperti dilaporkan oleh british Journal of Obstetrics and Gynaecology.

Metode baru ini dikembangkan setelah ilmuwan meneliti 142 wanita hamil dalam jangka waktu 1995 - 2005. Mereka mampu mempredikisi apakah wanita yang mengalami kontraksi dini akan melahirkan dalam waktu tujuh hari.

"Bisa memprediksi kapan wanita akan melahirkan membuat petugas medis lebih siap untuk memberikan perawatan maksimal," jelas Tsiartas, seperti dilansir oleh Health Me Up (24/09/2012).

Meski begitu metode ini masih belum bisa diterapkan sepenuhnya. Peneliti masih harus melakukan penelitian lanjutan untuk memperjelas dan memaksimalkan metode yang digunakan.

"Kami berharap metode ini akan diikuti oleh jenis perawatan baru untuk mencegah kelahiran prematur dan pengobatan komplikasi pada ibu yang melahirkan," pungkas Tsiartas.

Subscribe to receive free email updates: