Ibu hamil obesitas rentan terkena gangguan tidur



Wanita yang mengalami apnea tidur selama kehamilan, dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan pada dirinya dan janin.

Dalam studi ini, bayi yang dilahir oleh ibu yang mengalami apnea tidur obstruktif lebih rentan dirawat di unit perawatan intensif neonatal. Para peneliti menggunakan subyek yang berasal dari para ibu hamil yang mengalami obesitas, seperti diberitakan Today.com, (20/9/2012).

Selain itu, wanita hamil yang mengalami apnea tidur juga lebih berisiko mengembangkan preeklamsia, kondisi tekanan darah tinggi selama kehamilan. Alhasil, mereka pun akhirnya harus melalui operasi caesar.

Orang yang menderita apnea tidur, mengalami kesulitan bernapas. Hal itu dikarenakan oleh tersumbatnya jalur pernapasan. Obesitas dapat meningkatkan risiko apnea tidur obstruktif karena jaringan lemak yang berlebihan dapat mempersempit bagian dalam tenggorokan, seperti dilansir National Heart and Blood Institute.

Dalam studi terbaru, para peniliti menganalisis informasi dari 175 ibu hamil yang mengalami obesitas. Mereka menjalani tes untuk mendeteksi masalah apnea tidur obstruktif dengan menggunakan perangkat portabel.

Sekitar 15 persen dari peserta studi memiliki masalah apnea tidur obstruktif. Karena penelitian ini hanya dilakukan pada wanita gemuk, tidak jelas apakah apnea tidur juga memiliki efek yang sama pada wanita yang tidak obesitas.

Studi ini diterbitkan secara online dalam jurnal Obstetrics & Gynecology.

Subscribe to receive free email updates: