Makanan berlemak tingkat risiko kanker pada janin



Mengonsumsi makanan berlemak atau diet yang tidak sehat bisa mengubah sel secara permanen pada janin yang ada dalam kandungan. Efek ini tak akan berhenti dan dilanjutkan pada generasi selanjutnya.

Wanita hamil diharapkan tidak mengonsumsi makanan berlemak, makanan cepat saji, atau terlalu banyak makan saat mengandung. Terlalu banyak makanan berlemak menyebabkan perubahan sel pada janin. Hasilnya janin berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

Ini ditemukan oleh ilmuwan di georgetown University, Washington DC yang mengamati tikus. Mereka memberi makan tikus hamil dengan makanan berlemak dan makanan normal.

Hasilnya, anak perempuan dan cucu perempuan dari tikus yang mengonsumsi makanan berlemak saat hamil diketahui memiliki tumor pada payudara.

Makanan berlemak dikaitkan dengan hormon estrogen pada wanita. Kelompok tikus lain yang diberikan suplemen estrogen juga diketahui lebih rentan terkena kanker payudara. Bahkan, risiko ini dibawa hingga tiga generasi dari tikus pertama.

"Apa yang dikonsumsi oleh ibu hamil bisa membuat perubahan pada sel janin yang menyebabkan munculnya kanker payudara. Perubahan sel ini bisa diturunkan hingga ke generasi selanjutnya," jelas Dr Sonia de Assis, seperti dilansir oleh Daily Mail (11/09/2012).

Meski begitu terdapat keraguan pada hasil penelitian ini karena pengamatan ini baru dilakukan pada tikus dan belum dilakukan pada manusia.

"Penelitian ini baru dilakukan pada tikus, sehingga kita belum tahu apakah hasilnya akan sama pada manusia," kata Sarah William, petugas informasi kesehatan di Cancer Research, Inggris.

"Namun, penelitian ini bisa memberikan petunjuk agar ibu hamil berhati-hati dengan apa yang mereka konsumsi dan menghindari hal-hal yang bisa menyebabkan kanker payudara," tambahnya.

Subscribe to receive free email updates: