Apa Saja Faktor yang Menyebabkan Infertilitas?



Dalam dunia kedokteran, faktor resiko adalah hal-hal yang dapat meningkatkan penyebab suatu kondisi tertentu, seperti penyakit dan gejala penyakit. Contohnya, orang yang kelebihan berat badan (obesitas) lebih rawan terkena serangan diabetes tipe 2 dibandingkan dengan orang dengan berat badan normal. Karena itu, obesitas merupakan faktor resiko untuk diabetes tipe 2.
 
Lalu apa saja faktor resiko untuk Infertiltias?

Berikut ini beberapa faktor resiko yang dapat menyebabkan Infertilitas pada pasangan suami istri:
  • zsia – kesuburan seorang wanita mulai menurun setelah berumur sekitar 32 tahun dan terus berlanjut. Sedangkan seorang pria dengan usia 50 tahun biasanya kurang subur dibandingkan pria berumur 20-an (kesuburan pria semakin turun setelah usia 40).
  • Merokok – merokok secara signifikan dapat meningkatkan resiko kemandulan, baik pada pria maupun wanita. Merokok juga dapat merusak efek dari pengobatan kesuburan. Bahkan saat seorang wanita dalam keadaan hamil, jika merokok, mereka memiliki resiko lebih besar mengalami keguguran.
  • Konsumsi alkohol – kehamilan seorang wanita serius dipengaruhi oleh besarnya jumlah konsumsi alkohol. Kecanduan alkohol juga dapat menurunkan kesuburan dan jumlah sperma pada pria. Meskipun konsumsi alkohol sedang belum menunjukkan kesuburan yang lebih rendah pada laki-laki kebanyakan, namun diperkirakan kesuburan yang lebih rendah pada pria dikarenakan jumlah sperma yang rendah.
  • Obesitas (kelebihan berat badan) – Di negara maju, kelebihan berat badan/obesitas dan gaya hidup ‘sedentary’ ditemukan sebagai penyebab utama infertilitas wanita. Sedangkan seorang pria dengan berat badan lebih memiliki resiko mengalami produksi sperma yang tidak normal.
  • Gangguan pola makan – Wanita dengan berat badan berlebih sering diakibatkan oleh gangguan pola makan tidak teratur yang berpengaruh langsung terhadap kesuburan.
  • Vegetarian – Jika anda adalah seorang vegetarian ‘tulen’, anda harus memastikan asupan zat besi, asam folat, zinc dan vitamin B-12 cukup memadai. Jika tidak demikian, kesuburan anda mungkin akan terpengaruh.
  • Olahraga Berlebih – seorang wanita yang melakukan latihan ‘berat’ selama lebih dari tujuh jam setiap minggunya dapat mengalami masalah ovulasi.
  • Kurang Olahraga – Pola hidup sedentary (kurang dalam aktivitas fisik) kadang-kadang dihubungkan langsung dengan kesuburan yang rendah baik pada pria maupun wanita.
  • Infeksi menular seksual(IMS) – Penyakit menular seksual dapat merusak tuba falopi serta membuat buah zakar pria tersebut mengalami peradangan. Sejumlah IMS lain juga menyebabkan infertilitas.
  • Bahan kimia – Sejumlah pestisida, herbisida, logam (timah) dan bahan pelarut buatan telah dikaitkan dengan masalah kesuburan baik pada pria maupun wanita.
  • Stres – studi menunjukkan bahwa ovulasi pada wanita dan produksi sperma pada pria dapat dipengaruhi oleh tekanan mental (stres). Jika setidaknya satu pasangan mengalami stres, akan berdampak pada kurangnya frekuensi hubungan seksual pasangan, sehingga kesempatan terjadinya konsepsi juga sangat rendah.

Subscribe to receive free email updates: