Cara Cepat Hamil Setelah KB Suntik

Banyak sekali wanita yang mencari tahu cara Agar Cepat Hamil Setelah KB. Hal ini dikarenakan banyak keluhan yang datang dari wanita yang telah beberapa lama menggunakan KB. Mereka mengeluh menjadi susah hamil padahal sudah banyak cara dilakukan. Anda sedang mengalami hal yang sama? Simak beberapa tips Agar anda bisa Cepat Hamil Setelah KB berikut ini.

Ada Beberapa Cara Agar Cepat Hamil Setelah KB Suntik atau Pil yaitu :
  •     Tingkatkan Kebugaran – Agar Cepat Hamil setelah KB. Keadaan tubuh yang sehat dan bugar sangat penting untuk menunjang Agar bisa segera Hamil Setelah KB. Bila sebelumnya olahraga hanya dilakukan beberapa minggu sekali, maka tingkatkan menjadi setidaknya satu minggu sekali. Lalu tingkatkan lagi menjadi 2-3 kali dalam satu minggu. Tidak perlu melakukan olahraga yang terlalu intens karena justru bisa membahayakan kondisi tubuh, terutama alat reproduksi. Lakukan olahraga ringan namun konsisten dan teratur. Itu lebih baik Agar Cepat Hamil Setelah KB.
  •     Minum Suplemen Kesuburan – Agar Cepat Hamil setelah KB. Suplemen kesuburan dapat juga membantu Agar bisa Cepat Hamil Setelah KB. Masa subur biasanya terganggu saat mengkonsumsi pil KB atau melakukan suntikan KB selama beberapa lama. Dengan minum suplemen kesuburan, tubuh dibantu untuk dapat mengembalikan, bahkan meningkatkan kesuburan sehingga dapat terjadi pembuahan.
  •     Lakukan Fase Transisi – Agar Cepat Hamil setelah KB. Kebanyakan wanita yang sangat ingin Agar Cepat Hamil Setelah KB mengalami kesulitan karena jenis KB yang mereka pakai sebelumnya, misalnya pil, atau suntik. Umumnya wanita yang menggunakan KB yang menekan atau mempengaruhi kadar hormon lebih sulit memiliki anak saat berhenti menggunakan KB. Hal ini disebabkan terganggunya siklus dan kerja hormon dalam tubuh yang sebenarnya sangat diperlukan agar terjadi kehamilan. Untuk itu, Agar Cepat Hamil Setelah KB, hendaknya melakukan fase transisi. Fase ini membantu Agar Cepat Hamil Setelah KB karena membuat tubuh menjalani masa transisi dan memberi waktu agar tubuh dapat memproduksi hormon secara normal. Selama masa transisi ini, penggunaan alat KB diganti dengan yang tidak mempengaruhi hormon. Contohnya adalah menggunakan kondom atau spiral. Selama masa ini, kelenjar endokrin diberi waktu agar bisa memproduksi hormon lagi secara normal. Masa transisi bisa dilakukan selama 1-2 bulan.

Subscribe to receive free email updates: