Mengenal Sistem Reproduksi Wanita



Anda mungkin tahu tentang sistem reproduksi wanita. Namun, seberapa tahukah Anda tentang reproduksi wanita? Kalau masih belum tahu, mari mengenal lebih dalam mengenai organ reproduksi wanita.

Mengutip dari webmd.com, sistem reproduksi wanita adalah suatu sistem kerja organ-organ reproduksi pada wanita. Sistem reproduksi wanita dirancang untuk melaksanakan suatu fungsi. Salah satu fungsinya adalah untuk menghasilkan sel telur.

Sel telur yang dihasilkan oleh seorang wanita dapat berkembang menjadi zigot yang kemudian berkembang menjadi janin. sel telur biasa disebut dengan ovum atau oosit. Sistem organ wanita dapat melakukan produksi ovarium secara otomatis.

Tahukah Anda dimana pabrik pembuat ovum? Ovum dihasilkan oleh organ yaitu ovarium, pabrik dari ovum. Kemudian secara otomatis ovum akan bergerak menuju saluran tuba falopi atau oviduk.

Tuba falopi atau oviduk adalah tempat fertilisasi terjadi. fertilisasi adalah bertemunya sel kelamin betina atau ovum dengan sel kelamin jantan atau sel sperma. Pembuahan yang terjadi di tuba falopi atau oviduk kemudian tertanam pada rahim. Hal ini adalah proses awal kehamilan.

Jika ovum tidak mengalami proses pembuahan maka secara otomatis tubuh Anda akan mengeluarkanya dengan proses menstruasi ( penumpahan bulanan pada dinding rahim).

Tahukah Anda? Bagaimana bisa semua kegiatan itu terjadi secara otomatis dan berjalan lancar?

Sistem yang berjalan pada sistem reproduksi wanita dipengaruhi oleh hormon. Hormon dihasilkan oleh sistem reproduksi itu sendiri, dengan hormon inilah yang dapat mempertahankan siklus yang terjadi pada sistem reproduksi wanita.

Tahukah Anda mengenai bagian-bagian pada sistem reproduksi wanita? Pada sistem reproduksi wanita juga memiliki bagian-bagian yang sangat penting. Bagian pada sistem reproduksi wanita disebut dengan organ. Mari, mengenal tentang organ tersebut.

Anatomi reproduksi wanita meliputi dua bagian yaitu bagian luar dan dalam tubuh.

Pertama mari mengenal bagian luar, fungsi struktur eksternal atau bagian luar pada sistem reproduksi wanita ada dua, yaitu untuk mengaktifkan sperma atau sel kelamin jantan untuk bisa masuk ke dalam tubuh dan melindungi organ internal dari organisme.

Struktur eksternal pada sistem reproduksi wanita meliputi :

Labia Mayora : labia mayor terletak paling luar pada sistem reproduksi wanita. Fungsi dari labia mayora adalah untuk melindungi organ reproduksi eksternal lainnya. Secara harfiah labia mayora memiliki arti “bibir besar“.

Pada labia mayora memiliki kelenjar keringat dan minyak sehingga dapat mensekresikan keringat dang minyak, seperti halnya pada kulit. Labia mayora dapat ditumbuhi oleh rambut. Rambut-rambut pada labia mayora akan tumbuh pada saat masa pubertas.

Labia minora bila diterjemahkan berarti “bibir kecil”, labia minora tidak begitu lebar, lebar labia minora sekitar dua inci. Dalam labia minora terdapat uretra (saluran kantung kemih untuk membuan urin yang telah tertampung), labia minora juga sebagai jalan penghubung bagian luar tubuh ke dalam bagian dalam rahim.

Kelenjar bartholin. Kelenjar ini terletak di samping lubang vagina dan menghasilkan cairan seperti lendir.

Klitoris. Dua labia manora bertemu di klitoris, yaitu tonjolan kecil yang berada di dalam vagina. 

Tahukah Anda ada apa saja dalam sistem reproduksi wanita, dan apa sajakah fungsinya? Sistem reproduksi wanita memiliki bagian-bagian. Bagian sistem reproduksi memiliki dua bagian yaitu bagian eksternal dan internal.

Melangsir dari webmd.com, bagian terpenting pada sistem reproduksi wanita adalah bagian internalnya. Mengapa? Karena pada bagian dalam inilah terjadi proses pembuahan serta tempat di produksinya sel kelamin betiana atau sel telur.

Organ repruduksi internal perempuan meliputi:

Vagina.
Bagian ini yang paling dikenal dan merupakan bagian dari sistem reproduksi pada wanita yang berfungsi sebagai penghubung leher rahim dengan bagian luar dari tubuh, hal ini juga biasa dikenal sebagai jalan lahir.

Uterus atau rahim.
Rahim memiliki bentuk seperti buah pier yang berongga. Dalam organ inilah tempat janin yang tumbuh dan berkembang menjadi bayi. Rahim dibagi menjadi dua bagian yaitu leher rahim bagian terbawah dari rahim yang terhubung dengan vagina dan korpus yaitu bagian utama rahim.

Pada korpus inilah tempat berkembangnya janin kelak. Korpus dapat dengan mudah meluas saat janin tumbuh menjadi bayi, sedangkan pada saluran leher rahim memungkinkan sel sperma untuk masuk sekaligus jalan darah saat menstruasi.

Ovarium.
Ovarium memilki bentuk yang kecil berbentuk oval yang terletak di kedua sisi rahim. Fungsi ovarium sebagai tempat penghasil sel telur dan juga hormon.

Tuba falopi.
Seperti namanya, bagian ini menyerupai tabung sempit yang melekat pada bagian atas rahim. Tuba falopi berfungsi sebagai jalan sel telur menuju rahim sekaligus tempat proses fertilisasi berlangsung.


Berikut video terkait Reproduksi Wanita

video


Subscribe to receive free email updates: